Model Kepemimpinan SBY
Published: : 06 April 2014 05:39:13 Updated: 24 Juni 2015 00:01:12
Setiap manusia yang dilahirkan di muka bumi pasti akan menjadi
pemimpin (leader),
secara sederhana manusia adalah pemimpin pada dirinya sendiri. Bagaimana cara
merawat tubuh supaya sehat, bagaimana cara agar fikiran menjadi tenang,
bagaimana supaya mendapatkan banyak teman, bagaimanapula untuk mengatasi
masalah dan lain sebagainya. Pertanyaan ini merupakan salah satu potret
sederhana dari kepemiminan (leadership). Menjadi
seorang pemimpin bisa berawal dari menjadi pemimpin diri sendiri, keluarga,
organisasi, komunitas, sekolah, dan pemerintahan (ekskutif, legislatif dan
yudikatif ).
Menurut Kartini Kartono (1994:33) pemimpin adalah seorang
pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan
disatu bidanya, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk
bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau
beberapa tujuan. Seorang pemimpin harus mempunyai kelebihan (skill)
dan target untuk mencapai suatu tujuan, setiap orang yang menjadi pemimpin
mempunyai kelebihan yang berbeda-beda dalam mempengaruhi orang-orang lain untuk
bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas dan mencapai target yang ingin
dicapainya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pemimpin Negara
Indonesia juga mempunyai kelebihan dalam memimpin Negara, beliau selalu
meyakini bahwa segala apa yang kita inginkan akan tercapai, yang terpenting
kita berusaha (ikhtiar) dan berdoa. Pada saat beliau
menjalankan amanah dari rakyat sebagai Presiden, beliau selalu berusaha untuk
melakukan yang terbaik.
Harus Bisa !
Dalam bukunya A. Bakir Ihsan dan Zaenal A. Budiyono “Pemimpin
Dipuji dan Dicaci“ ditulis bahwa pada saat pertengan 2006. Presiden SBY
berencana mengunjungi distrik Yahukimo yang terisolasi di Papua. Beratnya medan
membuat daerah ini sulit berhubungan dengan dunia luar. Presiden dijadwalkan ke
Yahukimo untuk memotivasi rakyat setempat pascabencana, sekaligus mensyukuri
panen raya di sana. Namun, tak mudah mencapain daerah tersebut. Saat itu, cuaca
tidak mendukung dan peluang lebih buruk bisa datang. Presiden memerintahkan
stafnya untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar bisa sampai ke
lokasi. Sembari menunggu membaiknya cuaca, akhirnya “celah cuaca membaik” itu
datang juga, walaupun diperkirakan hanya berlangsung beberapa saat. Berbekal Bismillah dan niat baik untuk mengunjungi rakyat
yang sudah menanti, Presiden memutuskan untuk Go! walaupun saat itu sebagian besar saran
yang masuk mengingatkan akan bahaya perjalanan dengan Helicopter yang akan
terbang redah menyisir bukit. Namun, Presiden SBY tak menyerah. Dengan niat
yang baik dan berserah, semua harus bisa dilaksanakan, demi menemui rakyat
Yahukimo yang membutuhkan dorongan, singkat cerita, perjalanan ekstrem itu
dimulai dan kembali dengan selamat. Dino P Djalal, mantan Juru Bicara luar
negeri yang ikut rombongan tersebut, mengatakan perjalanan ke Yahukimo sebagai “dear
devil” yang mengerikan.
Namun uniknya sepanjang perjalanan yang
guncangan tersebut, Presiden SBY tampak tenang. Keyakinan seperti itulah yang
menjadi modal awal SBY dalam setiap mejalankan amanah rakyat Indonesia, sesuai
dengan kaidah Arab “(man jadda wajada) barang siapa yang
bersugguh-sungguh, maka akan mendapatkan hasil”.
Tegas
Sebagian kecil masyarakat menilai dalam
pemerintahan SBY tidak tegas dan lamban dalam mengatasi masalah di Indonesia,
padahal sejatinya SBY adalah sosok yang tegas dan peduli. Contohnya ketika
pembekalan konsolidasi pemerintah dengan bupati dan ketua DPRD kabupaten
se-Indonesia di Lemhanas, 2008. Saat melihat ada salah satu peserta yang
mengantuk, Presiden langsung menghentikan pidatonya. “kalau mengantuk keluar
saja ... seharusnya Anda merasa berdosa pada rakyat. Sebagai pemimpin, Anda
punya tanggung jawab dan mengemban amanah rakyat. Saat kita bicarakan masalah
rakyat, kok malah tidur“. Harus bisa dan tegas merupakan salah satu model
kepemimpinan SBY yang harus dimiliki oleh pemimpin Negara yang bakal
melanjutkan estafet kepemimpinan SBY, karena kedua model penting tersebut yang
dapat mengantarkan citra diri pemimpin Negara di mata rakyatnya.
Komentar :
Kalau menurut saya, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono adalah
salah satu Presiden yang patut untuk di contoh. Beliau memiliki sikap yang
tegas, berani mengambil keputusan tanpa ada rasa takut. Beliau juga termasuk
pemimpin yang bertanggung jawab dan tidak mudah menyerah. Selain itu, beliau
juga memiliki sifat yang merakyat, mampu mengatur dan juga istiqomah dalam
melaksanakan kewajibannya.
Komentar
Posting Komentar