Konsep tri sakti
Konsep Tri Sakti Bung
Karno
Presiden pertama Republik
Indonesia Ir. Soekarno dalam pidato Trisakti tahun 1963 menegaskan:
1.
Berdaulat secara Politik
2.
Berdikari secara ekonomi
3.
Berkepribadian secara sosial budaya
Trisakti
yang dimaksudkan Bung Karno adalah, pertama, “Berdaulat dalam Politik”. Seperti
kita ketahui bersama, bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing
berabad-abad lamanya. Tiga ratus lima puluh tahun dalam kolonialisme Belanda
bukanlah waktu yang singkat. Pada kondisi bangsa berada dalam cengkeraman
kolonialisme, maka kemerdekaan tidak dimiliki oleh bangsa kita dan pada saat
yang sama tidak ada lagi kedaulatan politik karena semua sektor telah
diintervensi oleh bangsa lain. Padahal sebuah bangsa memiliki hak untuk
mengatur dirinya sendiri. Sehingga Bung Karno menegaskan bahwa kedaulatan
politik bangsa Indonesia sudah mutlak untuk diwujudkan dengan menolak segala
bentuk intervensi bangsa lain. Bung Karno menyatakan,“nation building” dan “character
building” harus diteruskan
sehebat-hebatnya demi menunjang kedaulatan politik kita. Selain itu juga menentang
keras segala bentuk penjajahan, termasuk kapitalisme dan imperialisme (anak
kapitalisme).
Negara
yang berdaulat adalah negara yang berkuasa penuh atas negaranya sendiri.
Indonesia memiliki kekuasaan yang penuh terhadap negaranya sendiri. Segala
sesuatu harus tunduk dan patuh terhadap
peraturan yang telah dibuat.
Dalam
kenyataannya sekarang ini kapitalisme sudah meraja lela. Masyarakat Indonesia
telah terjajah di Negaranya sendiri. Namun, kita tidak pernah menyadari hal
tersebut. Untuk menjadi negara yang berdaulat sekarang ini tidak hanya
menentang Penjajahan baik itu kapitalisme maupun imperialisme. Namun, melihat
kepada kondisi pemerintahan sendiri terutama dalam penegakkan hukum yang dirasakan
sangat kurang, kemudian pelaku-pelaku korupsi lebih ditindak lebih tegas lagi.
Komentar
Posting Komentar